Rabu, 01 Mei 2024

Empat Sekawan

 

Rabu siang itu Hanifah, Aisya, dan Satya sedang sibuk membersihkan kelas 5 sebab giliran merekalah jadwal piketnya. Bagi-bagi tugas pun mereka lakukan. Ada yang menyapu, ada yang mengangkat bangku, dan ada pula yang mengepel.

Ku samperin saja mereka di tengah kesibukannya, “Kok Asma, Khalisah, dan Shafa belum pulang? Mengapa masih di sini, kok yang piket ini ini aja (orangnya)?”

“Kan kita sudah akrab dari dulu ustaz, soalnya dari kelas satu kita memang sudah berbarengan,” jawab Shafa.

“Oh...begitu,” kataku sambil mengangguk takjub.

“Pantesan suka bersama mereka...,” kataku dalam hati.

Keakraban 4 sekawan ini memang tak terpisahkan oleh halangan-rintangan apapun. Di setiap tempat dan waktu kesetiakawanan pun tak lekang. Banyak anak dari sekolah luar yang berdatangan ke Sekolah Dasar Imam Nawawi, tapi hal itu tak mampu merenggangkan hubungan mereka.

Bagai perangko di setiap tempat dan kesempatan 4 sekawan ini terlihat lengket. Salut memang. Misalnya saat ada jam pelajaran olahraga, keempatnya terlihat berbarengan. Di acara renang sekolah, keempatnya tetap seiring-sejalan. Termasuk di acara-acara sekolah lainnya.

Walaupun demikian, Shafa, Asma, Khalisah, dan Asma tetap bergaul dengan teman-teman baru lainnya. Keempat anak ini tetap mau ngobrol, diskusi, bercanda dengan teman-teman barunya. Bahkan mereka pun sering duduk bersama anak lainnya di kelas.

Agar tidak terjadi geng-gengan, Ustaz Yusuf selaku guru Bahasa Arab biasanya meroling anak-anak akhwat agar duduk bergantian satu sama lain. Teman sebangkunya sering dibuat berbeda supaya saling mengenal serta dapat bergaul dengan siapa pun. Jangan sampai terjadi seperti di sekolah-sekolah luar, banyak anak membuat geng-geng tertentu di antara mereka yang dapat menyebabkan persaingan yang kurang baik, bahkan saling berselisih di anatara mereka.

Anak-anak harus dipahamkan bahwa sesama muslim itu bersaudara tanpa memandang rupa, derajat, keturunan, kekayaan, etnis, warna kulit, dan lain-lain. Tidak boleh pandang bulu dalam berkawan. Selama mereka satu ikatan iman, haruslah tetap bergaul dengannya. Kerena prinsipnya banyak relasi wawasan jadi luas, pertalian saudara di mana-mana, serta kelapangan rezeki biasanya mudah didapatkan. Walaupun sulit dipungkiri, yang namanya kecocokan hati atau chemistry umumnya memang terbatas. Kenalan kita boleh banyak, tapi yang bisa benar-benar akrab dan klop dengan hati kita itu sedikit. Seperti halnya 4 sekawan tersebut.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar