Rabu siang itu Hanifah, Aisya, dan Satya sedang sibuk membersihkan kelas 5 sebab giliran merekalah jadwal piketnya. Bagi-bagi tugas pun mereka lakukan. Ada yang menyapu, ada yang mengangkat bangku, dan ada pula yang mengepel.
Ku
samperin saja mereka di tengah kesibukannya, “Kok Asma, Khalisah, dan Shafa
belum pulang? Mengapa masih di sini, kok yang piket ini ini aja (orangnya)?”
“Kan
kita sudah akrab dari dulu ustaz, soalnya dari kelas satu kita memang sudah
berbarengan,” jawab Shafa.
“Oh...begitu,”
kataku sambil mengangguk takjub.
“Pantesan
suka bersama mereka...,” kataku dalam hati.
Keakraban
4 sekawan ini memang tak terpisahkan oleh halangan-rintangan apapun. Di setiap
tempat dan waktu kesetiakawanan pun tak lekang. Banyak anak dari sekolah luar
yang berdatangan ke Sekolah Dasar Imam Nawawi, tapi hal itu tak mampu
merenggangkan hubungan mereka.
Bagai
perangko di setiap tempat dan kesempatan 4 sekawan ini terlihat lengket. Salut
memang. Misalnya saat ada jam pelajaran olahraga, keempatnya terlihat
berbarengan. Di acara renang sekolah, keempatnya tetap seiring-sejalan.
Termasuk di acara-acara sekolah lainnya.
Walaupun
demikian, Shafa, Asma, Khalisah, dan Asma tetap bergaul dengan teman-teman baru
lainnya. Keempat anak ini tetap mau ngobrol, diskusi, bercanda dengan
teman-teman barunya. Bahkan mereka pun sering duduk bersama anak lainnya di
kelas.
Agar
tidak terjadi geng-gengan, Ustaz Yusuf selaku guru Bahasa Arab biasanya
meroling anak-anak akhwat agar duduk bergantian satu sama lain. Teman
sebangkunya sering dibuat berbeda supaya saling mengenal serta dapat bergaul
dengan siapa pun. Jangan sampai terjadi seperti di sekolah-sekolah luar, banyak
anak membuat geng-geng tertentu di antara mereka yang dapat menyebabkan
persaingan yang kurang baik, bahkan saling berselisih di anatara mereka.
Anak-anak
harus dipahamkan bahwa sesama muslim itu bersaudara tanpa memandang rupa,
derajat, keturunan, kekayaan, etnis, warna kulit, dan lain-lain. Tidak boleh
pandang bulu dalam berkawan. Selama mereka satu ikatan iman, haruslah tetap
bergaul dengannya. Kerena prinsipnya banyak relasi wawasan jadi luas, pertalian
saudara di mana-mana, serta kelapangan rezeki biasanya mudah didapatkan. Walaupun
sulit dipungkiri, yang namanya kecocokan hati atau chemistry umumnya
memang terbatas. Kenalan kita boleh banyak, tapi yang bisa benar-benar akrab
dan klop dengan hati kita itu sedikit. Seperti halnya 4 sekawan tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar