Saat
khutbah jumat ketika itu sang khatib berujar, “Siapakah yang telah membuat
orang-orang kantoran menggunakan jilbab, menegakkan shalat? Ketua parpol?
Tokoh-tokoh politik?”
Sebuah
ungkapan yang sedikit mengandung ‘kebencian’ terhadap kaum hizbi yang diucapkan
oleh seorang da’i.
Tidak
perlu lah kita merasa paling berjasa terhadap perubahan positif yang terjadi
pada orang banyak (kaum muslimin).
Kita
juga harus bisa melihat kebaikan/jasa orang-orang di atas seperti tokoh
politik atau anggota dewan (DPR) dari
partai berbasis islam dalam beberapa hal :
a.
Siapakah yang telah meng-goalkan
undang-undang atau perda berbasis syariah? Jawabannya tentulah mereka-mereka
itu.
b.
Lalu siapakah yang
menentang/menggagalkan usulan dari partai munafik agar LGBT dan Miras
dilegalkan di negeri ini? Jawabannya tentu mereka lah orangnya.
Nah,
dari sini kita bisa melihat bahwa mereka pun punya jasa besar terhadap negeri
ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar