Pagi
itu, ku langkahkan saja kakiku menuju tempat kerjaku, yang tak lain adalah
pesantren. Payung hitam dengan merk TK Al-Hidayah turut serta menyertaiku di
tengah hujan. Ku pamit kepada anak istriku, berjabat tangan, dan diakhiri
dengan ucapan salam.
Jalanan
becek depan kontrakan ku lalui dengan susah payah. Kandang kambing kosong Ustaz
Nazzar turut menjadi saksi. Rintik-rintik hujan menetesi payungku.
Tak
butuh waktu lama, empat atau lima menitan sampailah aku di gerbang.
“Assalamu’alaikum,”
ucapku kepada security yang berseragam hitam.
“Wa’alaikumussalam,”
balasnya.
Ku
samperi kran untuk mencuci kakiku yang kotor agar lantai perpus tidak kotor. Ku
lihat Bang Irul sudah di kursi dengan tangannya memegang gajet di atas meja panjang.
Aku
pun langsung mengambil komputer kebanggaanku untuk menulis apapun yang bisa ku
tulis. Bosen menulis, aku mengambil kitab untuk ku baca. Bosen membaca, aku
mendengarkan percakapan bahasa Inggris yang ku download di hp-ku. Aku ingin
sekali bisa berbahasa Inggris dan kompetensi lain seperti menulis,
menerjemahkan, dan membaca buku-buku berbahasa asing satu ini.
Selain
itu, ku punya ambisi untuk melanjutkan S2 nantinya. Siapa tahu lima atau enam
tahun yang akan datang ada kesempatan.
Mumpung
masih luang, ku manfaatkan saja waktu ini untuk belajar dan belajar. Dalam hal
ini mempelajari Bahasa Inggris dan selingan Bahasa Arab.
Zaman
pembelajaran online ini, ku seringkali atau banyak bahkan memiliki waktu
kosong. Mengingat aktivitas belajar-mengajar (KBM) hanya 40 menit sekali
pertemuan, yakni di hari Sabtu dan Rabu. Waktu yang benar-benar yakni 80 menit
dalam sepekan.
Kadang
suka bingung untuk mengisi banyaknya waktu luang ini. Makanya suka minta
petunjuk Allah, apa ya kegiatan lain untuk mengisi waktu ini?
Walau
ku paksa-paksa saja dengan membaca, menulis, mendengarkan. Tetap saja masih
tersisa waktu luang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar