Rabu, 01 Mei 2024

Tiga Hal yang Menghapus Amal Saleh

 


1.   Ujub (Bangga Diri)

Janganlah kita merasa bangga karena sudah rajin salat malam. Janganlah kita merasa bangga karena sudah gemar sedekah. Janganlah kita merasa bangga dengan amal soleh apapun yang sudah kita lakukan. Karena hal itu dapat menghapus pahala dari amal-amal tersebut. Terlebih lagi kita merasa sombong mentang-mentang merasa sudah banyak beribadah. Waspadalah, hal itu dapat menghancurkan ganjaran dari semua ibadah yang pernah dijalankan.

 

2.   Tidak takut kepada Allah kala Sendirian.

Dikala bersama orang banyak, nampak soleh. Di tengah-tengah manusia kelihatannya baik. Akan tetapi, saat sendiri dia dengan bebasnya berbuat maksiat. Ketika sendiri, dengan senangnya berbuat dosa seolah-olah tidak ada yang mengawasi. Padahal penglihatan Allah subhanahu wataala meliputi segala sesuatu. Orang-orang saleh terdahulu justru sangat takut ketika menyendiri. Mereka banyak beristighfar (memohon ampun atas dosa) serta berlinang air mata.

3.   Kezaliman

Hendaklah kita waspada terhadap perbuatan zalim, seperti : meng-ghibahi (membicarakan) aib orang lain, menyakiti orang lain, bahkan menumpahkan darah orang lain. Sebab kesemua itu dapat menghapus kebaikan-kebaikan yang pernah kita lakukan.

Kita tentunya sudah tidak dengan sebuah hadis yanga mengatakan bahwa orang yang bangkrut menurut Rasulullah shallallahualaihi wasallam adalah orang yang dengan membawa pahala segunung pada hari kiamat nanti. Namun, karena dia pernah menggunjing orang lain, menyakiti orang lain, merampas harta orang lain, bahkan menumpahkan darah orang lain. Maka orang-orang dizaliminya tersebut akan menuntut balas dengan meminta ganti rugi pahalanya. Apabila pahala-pahalanya sudah habis, maka dosa-dosa orang yang pernah disakitinya tersebut ditimpakan kepadanya. Sehingga dia pun jadi bangkrut sebangkrut-bangkrutnya.

Jangan sampai kita termasuk apa yang Allah firmankan :”Dan Kami tampakkan apa yang dahulu telah mereka amalkan, lalu Kami jadikan ia bagaikan debu beterbangan.” (Al-Furqan :23).

Debu yang beterbangan artinya sia-sia semuanya segala jerih payah amal saleh yang telah dikerjakan. Na’udzubillah min dzalik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar