1. Ujub (Bangga Diri)
Janganlah
kita merasa bangga karena sudah rajin salat malam. Janganlah kita merasa bangga
karena sudah gemar sedekah. Janganlah kita merasa bangga dengan amal soleh
apapun yang sudah kita lakukan. Karena hal itu dapat menghapus pahala dari
amal-amal tersebut. Terlebih lagi kita merasa sombong mentang-mentang merasa
sudah banyak beribadah. Waspadalah, hal itu dapat menghancurkan ganjaran dari
semua ibadah yang pernah dijalankan.
2. Tidak takut kepada Allah kala Sendirian.
Dikala
bersama orang banyak, nampak soleh. Di tengah-tengah manusia kelihatannya baik.
Akan tetapi, saat sendiri dia dengan bebasnya berbuat maksiat. Ketika sendiri,
dengan senangnya berbuat dosa seolah-olah tidak ada yang mengawasi. Padahal
penglihatan Allah subhanahu wataala meliputi segala sesuatu. Orang-orang saleh
terdahulu justru sangat takut ketika menyendiri. Mereka banyak beristighfar
(memohon ampun atas dosa) serta berlinang air mata.
3. Kezaliman
Hendaklah
kita waspada terhadap perbuatan zalim, seperti : meng-ghibahi
(membicarakan) aib orang lain, menyakiti orang lain, bahkan menumpahkan darah
orang lain. Sebab kesemua itu dapat menghapus kebaikan-kebaikan yang pernah
kita lakukan.
Kita
tentunya sudah tidak dengan sebuah hadis yanga mengatakan bahwa orang yang
bangkrut menurut Rasulullah shallallahualaihi wasallam adalah orang yang dengan
membawa pahala segunung pada hari kiamat nanti. Namun, karena dia pernah
menggunjing orang lain, menyakiti orang lain, merampas harta orang lain, bahkan
menumpahkan darah orang lain. Maka orang-orang dizaliminya tersebut akan
menuntut balas dengan meminta ganti rugi pahalanya. Apabila pahala-pahalanya
sudah habis, maka dosa-dosa orang yang pernah disakitinya tersebut ditimpakan
kepadanya. Sehingga dia pun jadi bangkrut sebangkrut-bangkrutnya.
Jangan
sampai kita termasuk apa yang Allah firmankan :”Dan Kami tampakkan apa yang
dahulu telah mereka amalkan, lalu Kami jadikan ia bagaikan debu beterbangan.”
(Al-Furqan :23).
Debu
yang beterbangan artinya sia-sia semuanya segala jerih payah amal saleh yang
telah dikerjakan. Na’udzubillah min dzalik.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar